03/30/2020

9 Cara Memilih Katering untuk Acara Pernikahan

Di Indonesia selain untuk menunjukkan kebahagiaan mempelai, pernikahan juga merupakan upaya untuk berbagi dengan tamu undangan. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan makan yang nikmat dari katering. Pertanyaannya kemudian, bagaimana ya caranya memiliih katering yang tepat untuk pernikahan?

Memilih katering yang tepat untuk pesta pernikahan adalah krusial karena makanan yang dihidangkan ada kaitannya dengan tamu undangan yang datang. Mengingat makanan adalah untuk para tamu, tentu makanan yang disediakan harus memuaskan dan layak untuk dihidangkan. Inilah yang kemudian membuat katering menjadi sangat penting dalam pesta pernikahan.

Tentu kamu sebagai mempelai yang bersuka cita tidak ingin mengecewakan para undangan yang sudah hadir dengan makanan yang tidak enak atau bahkan tidak sesuai dengan selera. Sehingga kamu harus benar-benar hati-hati dalam memilih vendor katering.

Nah, kali ini Manualle akan membahas tentang bagaimana sih memilih katering yang tepat untuk pesta pernikahan? Apa yang harus kamu perhatikan untuk memilih vendor katering? Dan bagaimana menyiasati katering agar tetap minim sampah. Lewat panduan ini diharapkan kamu tidak lagi pusing untuk memilih mana katering yang pas untuk acara istimewa kamu.

Panduan ini bisa kamu gunakan untuk menyeleksi vendor-vendor mana saja yang memenuhi kriteria.

katering pernikahan

1. Perhatikan jumlah tamu

Seperti biasa, yang lagi-lagi harus kamu perhatikan ketika ingin menemukan vendor katering adalah jumlah perkiraan tamu yang akan hadir di acara pernikahan.

Jumlah tamu ini penting karena akan memengaruhi dua hal yakni jumlah makanan dan tentang biaya katering yang kamu keluarkan. Tentu kalau jumlah tamu yang hadir jumlahnya rendah, kamu bisa semakin menekan biaya katering. Juga sebaliknya jika jumlah tamu semakin tinggi, biaya katering yang harus kamu keluarkan akan semakin besar.

Nah, untuk bisa melihat perkiraan jumlah tamu, kamu bisa melihatnya dari jumlah undangan yang dibagikan. Melalui jumlah undangan ini kamu bisa memperkirakan kira-kira ada berapa orang yang akan datang.

Perkiraan jumlah orang berdasarkan undangan ini pun ada banyak pendekatan, misalnya kamu menghitung kalau setiap pemegang undangan hanya akan datang sendirian. Kalau perhitungannya seperti ini, kamu bisa menghitung dengan rumus:

jumlah undangan + kira-kira tamu yang datang tanpa undangan = jumlah total tamu

Kalau pendekatannya diubah misalnya kamu memperkirakan kalau setiap tamu yang mendapat undangan akan hadir berpasangan. Sehingga rumusnya akan menjadi seperti ini

jumlah undangan x 2 + kira-kira tamu undangan yang datang tanpa undangan = jumlah total tamu.

Melalui perhitungan seperti di atas kamu akan bisa memperkirakan berapa banyak tamu yang akan hadir. Setelah kamu tahu jumlah perkiraannya, kamu bisa mulai untuk melangkah ke tahap berikutnya.

2. Perhatikan budget yang kamu miliki

Setelah tahu jumlah perkiraan jumlah tamu yang harus dijamu, kamu bisa mulai untuk melihat budget yang tersedia. Kamu harus menghitung bagaimana dengan budget yang ada agar bisa menjamu seluruh tamu dengan layak.

Jangan sampai kamu salah memilih vendor yang berbiaya tinggi sehingga katering yang disediakan tidak memenuhi kebutuhan jamuan untuk para tamu. Ini alasannya mengapa memilih vendor juga terkait dengan budget yang kamu miliki.

Dengan budget yang ada kamu bisa memperkirakan untuk menggaet vendor katering yang seperti apa. Karena setiap vendor tentu memiliki rentang biaya dan fasilitas yang berbeda-beda.

3. Tanyakan perihal bagaimana klausul pembatalan

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa klausul pembatalan harus ditanya di awal? Alasannya adalah karena pembatalan katering adalah hal yang cukup sering terjadi menjelang pesta pernikahan. Ada banyak sekali alasan dan motif yang melatarbelakangi. Apalagi jika ada pertimbangan dari keluarga yang sering memengaruhi keputusan yang sudah disepakati.

Itu sebabnya pembatalan juga harus ditanya sejak awal. Agar jelas antara penyelenggara acara dengan vendor katering harus bagaimana jika terjadi pembatalan. Umumnya klausus pembatalan terkait dengan uang muka yang sudah diberikan. Tetapi bisa juga terkait hal lain seperti denda ataupun kebijakan lain yang ditetapkan oleh vendor.

Nah, dengan bertanya tentang klausul pembatalan di depan kamu tidak perlu merasa terjebak dengan kebijakan vendor. Karena kamu bisa memilih katering berdasarkan kebijakan pembatalan yang mereka miliki.

4. Tanyakan apa saja menu yang dimiliki

Saat berkomunikasi dengan katering, kamu harus mengetahui menu-menu apa saja yang bisa disajikan. Dengan mengetahui menu-menu ini kamu bisa memperkirakan bagaimana harus menjamu para tamu.

Jangan sampai kamu tidak memiliki preferensi menu yang ingin dihidangkan. Karena kamu yang lebih tahu seperti apa karakter tamu undangan yang akan hadir. Jangan sampai menu yang disajikan tidak cocok atau tidak layak untuk tamu yang hadir.

Biasanya menu ini juga memengaruhi harga, jadi kamu harus cermat untuk memilih menu apa saja yang bisa dipilih untuk acara.

sajian makan

5. Perhatikan bagaimana makanan kamu bisa melengkapi suasana acara

Pilihan menu yang kamu pilih akan sangat memengaruhi suasana acara lho. Misalnya pernikahan atau acara kamu memiliki tema adat jawa tradisional. Maka tentu menu yang cocok untuk suasana seperti ini adalah menu-menu jawa tradisional. Dengan memilih menu yang sesuai dengan suasana, kamu akan bisa lebih menghidupkan acara.

6. Tanyakan apakah tersedia opsi untuk mencicipi

Setelah kamu bisa memilih menu-menu yang kamu inginkan, kamu bisa bertanya tentang apakah bisa mencicipi makanan yang akan disajikan. Hal ini untuk memastikan apakah makanan yang disajikan saat acara memiliki kualitas yang cukup.

Sebab sering kali terjadi perbedaan persepsi antara vendor katering dengan wawasan penyelenggara acara pernikahan terkait makanan atau minuman. Contohnya soal jus buah yang disediakan di acara. Umumnya vendor katering menyediakan jus buah untuk minuman adalah berupa jus instan yang sering kali hanya berisi gula dan ekstrak buah. Padahal jus seharusnya adalah buah yang disarikan.

Atau kasus lain seperti rasa makanan. Bila vendor menyebut tingkat pedas yang mereka sajikan, bisa jadi tingkatannya berbeda dengan pedas yang kamu bayangkan. Sehingga wajar jika kamu harus mencoba kira-kira apakah pedas yang ditentukan sudah tepat atau belum.

7. Tanyakan bagaimana makanan disajikan dan bagaimana makanan yang berlebih

Tahap ini cukup yang paling krusial jika kamu ingin mengadakan pesta pernikahan dengan konsep minim sampah. Yakni terkait dengan bagaimana makanan disajikan dan bagaimana nasib makanan berlebih dari acara.

Dengan konsep minim sampah, makanan yang disajikan harus tidak memiliki unsur plastik. Sehingga kamu bisa minta atau bertanya pada vendor apakah mereka menyanggupi menyediakan makanan dengan tanpa plastik.

Selanjutnya adalah terkait dengan kemasan. Apakah makanan yang disajikan ada yang membutuhkan kemasan seperti mangkuk kertas ataupun gelas kertas. Kamu harus bisa meminimalisir penggunaan makanan yang membutuhkan kemasan seperti ini agar tidak ada sampah yang terbuang.

Berikutnya adalah terkait dengan makanan berlebih. Kamu pasti kesulitan untuk memastikan apakah makanan yang disediakan untuk para tamu bisa benar-benar tanpa sisa. Karena umumnya disediakan secara prasmanan yang orang bebas untuk mengambil sesuai selera.

Hal inilah yang kemudian membuat sering kali makanan usai acara banyak tersisa dan tidak habis dikonsumsi oleh tamu. Nah lalu bagaimana nasib makanan berlebih ini? Kamu harus berkomunikasi dengan vendor, bagaimana kebijakan mereka dalam menangani makanan berlebih.

Apakah mereka menyerahkan sepenuhnya pada penyelenggara, dalam hal ini adalah kamu. Atau mereka punya kebijakan untuk menanganinya sendiri. Kebijakan manapun yang diambil, Manualle menyarankan agar kamu tetap memperhatikan dampak sampah yang ditimbulkan.

Sampah makanan adalah salah satu masalah serius yang terjadi dalam pesta pernikahan ataupun sebuah acara. Itu sebabnya makanan harus diperhatikan dengan baik.

Jika kamu ingin menangani masalah makanan berlebih ini sendiri, kamu mungkin bisa melibatkan pihak-pihak yang bisa menerima makanan berlebih seperti bank-bank makanan ataupun lembaga-lembaga sosial lainnya.

katering pernikahan

8. Tanyakan apakah sudah pernah mengisi katering di venue yang kamu pakai

Setelah membahas tentang bagaimana katering mempersiapkan makanan, kamu bisa mulai bertanya hal-hal yang sifatnya tidak terlalu substantif seperti misalnya apakah katering pernah menjadi vendor di venue yang kamu akan pakai.

Aspek pengalaman seperti ini terbilang penting tidak penting karena bisa jadi akan memengaruhi performa vendor katering saat memberikan makanannya. Begitupun terkait dengan tata letak ruang yang akan sangat terpengaruh dari lokasi penataan makanan untuk para tamu.

Jadi jika vendor katering sudah berpengalaman, kamu setidaknya bisa lebih merasa kalau vendor akan bisa melakukan tugasnya dengan baik.

9. Tanyakan testimoni dari orang yang pernah menggunakan vendor

Hal terakhir yang perlu kamu dapatkan informasinya adalah testimoni tentang vendor katering yang ingin kamu pilih. Sebisa mungkin kamu bertanya pada orang-orang yang kamu tahu pernah menggunakan jasa vendor katering yang kamu pilih.

Dengan mengetahui bagaimana kesan orang-orang yang pernah menggunakan vendor katering tersebut kamu bisa mendapat gambaran apakah vendor tersebut layak atau tidak.

Jangan meremehkan testimoni karena bisa jadi kamu akan mendapatkan informasi dari pihak lain yang bisa menilai vendor dengan lebih objektif. Tentu bukan untuk mencari-cari cela, pun testimoni juga bisa jadi bias akibat adanya ego penyelenggara acara.


Nah itulah sembilan tips yang bisa kamu pertimbangkan saat memilih katering untuk acara pernikahan. Tips-tips di atas tentu saja hanya sebagai panduan sederhana agar kamu tidak perlu untuk kesulitan memilih vendor katering.

Pun kamu juga jangan sampai terlalu terpaku dengan panduan di atas karena situasi dan kondisi penyelenggaraan acara bisa sangat beragam dan bervariasi. Sehingga kamu harus bisa mempertimbangkan juga bagaimana kondisi penyelenggaraan acara kamu.

Vendor manapun yang kamu akan pilih Manualle berpesan agar kamu selalu mengingat kalau katering itu salah satu aspek yang paling sering menghasilkan sampah. Jadi kami berpesan agar kamu sebaiknya bisa bekerja sama dengan vendor katering untuk meminimalisir dampak sampah makanan yang terjadi.

Sayang sekali kan jika makanan yang banyak dibutuhkan orang, tetapi malah terbuang sia-sia tidak terkonsumsi dengan efektif. Ya jangan sampai acara yang kamu adakan malah membawa masalah lingkungan dan sosial.

Sip, kira-kira seperti itu tips yang bisa Manualle berikan untuk kamu. Jika ada saran maupun kritik ataupun ingin berkonsultasi dengan Manualle, kamu bisa langsung hubungi Manualle lewat kontak yang tersedia ya.

Kategori: 
Editor Manualle
author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Panduan Cara Merawat Alat Makan Kayu

Alat makan kayu memang mudah terpengaruh lingungan. Tapi jangan khawatir, kamu bisa merawatnya dengan mengikuti panduan ini.

Read More
20 Inspirasi Dekorasi Pernikahan yang Minim Sampah

Contoh-contoh dekorasi pernikahan yang tidak banyak menghasilkan sampah. Lengkap dengan vendornya.

Read More
9 Cara Memilih Katering untuk Acara Pernikahan

Ada banyak sekali vendor katering yang tersedia dengan berbagai macam jenis menu dan kualitas. Mana yang harus dipilih?

Read More
2020
Manualle
Developed by TEKNOIA Creative
menu-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram