03/09/2020

Panduan Lengkap Membuat Undangan Pernikahan Minim Sampah

Membuat undangan pernikahan yang minim sampah memang gampang-gampang susah. Mudah karena membuat undangan yang minim sampah itu selalu seiring dengan siapa yang ingin diundang. Menjadi susah karena tidak semua standar bisa digunakan untuk menjadi undangan. Itu mengapa Manualle tertarik untuk membahas panduan ini dengan lebih detil.

Untuk mengawali, Manualle akan menyampaikan catatan bahwa panduan ini adalah panduan yang cenderung idealis dan ketat dalam penerapan ramah lingkungan. Sehingga cocok untuk kamu yang memang punya prinsip hidup hijau dan nol sampah.

Namun tentu dengan konteks sosial Indonesia penerapannya akan menantang.

Sebagai pembuka Manualle akan membahas apa yang sebenarnya harus diperhatikan dalam sebuah undangan pernikahan yang minim sampah.

Mulai dari jumlah, bahan, bentuk, aksesoris hingga cara menyebarkan. Semuanya akan saling memengaruhi dan membangun dampak undangan pernikahan pada lingkungan.

Dalam kondisi ideal, tentu saja hal detil akan tetap bisa memengaruhi lingkungan secara luas. Inilah sisi yang sebenarnya paling menantang karena satu sama lain akan berdampak.

Tapi tidak perlu untuk khawatir, kondisi ideal kerap kali sulit untuk dicapai sehingga yang bisa kamu lakukan adalah setidaknya mendekati kondisi ideal.

Oke kita memasuki inti bahasan. Hal-hal yang kamu perlu perhatikan saat membuat undangan minim sampah.

1. Pilih dan pertimbangkan undangan apakah harus berbentuk fisik atau digital

undangan fisik

Undangan digital memang ramah lingkungan karena tidak melibatkan sampah, efisien secara energi, dan tidak perlu ada pengolahan kertas atau material secara fisik.

Namun hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah semua tamu undangan pantas untuk mendapatkan undangan digital?

Di Indonesia undangan digital tentu tidak bisa diberikan pada semua orang. Utamanya pada generasi orang tua yang sudah sepuh dan tidak akrab dengan teknologi.

Harap diingat bukan berarti mereka terbelakang, tetapi mengundang keluarga yang tua adalah bentuk penghormatan yang baik dalam kultur Indonesia.

Jadi kamu perlu putuskan terlebih dahulu apakah menggunakan undangan fisik atau tidak.

Undangan fisik akan selalu membutuhkan banyak ornamen dan hiasan yang terlihat dan dapat disentuh. Sementara undangan digital tidak. Ada banyak vendor yang mampu menyediakan ornamen minimalis namun elegan pada undangan.

Sementara pada undangan digital, ornamen dan hiasan semuanya bisa dibuat secara visual dan menggunakan kode. Penyedia undangan digital juga sudah cukup banyak tersedia di Indonesia.

Kamu bisa cari mereka melalui mesin pencari seperti Google. Atau partner Manualle, TEKNOIA Creative juga menyediakan undangan digital dengan harga yang terjangkau.

Masing-masing jenis undangan jelas memiliki keunggulan dan kekurangan. Jadi kamu hanya perlu menentukan pilihan selera saja.

2. Gunakan kertas daur ulang.

kertas daur ulang

Jika kamu memilih undangan fisik maka kamu perlu mulai memikirkan kertas apa yang digunakan. Agar mengurangi sampah kamu perlu mempertimbangkan kertas daur ulang.

Penggunaan kertas daur ulang di Indonesia memang sangat jarang ditemukan. Namun bukan berarti tidak bisa. Hanya saja perlu usaha yang lebih untuk bisa mendapatkan kertas daur ulang yang cukup untuk kebutuhan undangan.

Mengapa kertas daur ulang? Karena kertas daur ulang relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kertas baru yang dihasilkan dari gelondongan kayu di hutan. Minus dari kertas daur ulang adalah, bentuk dan wujudnya tentu tidak lagi sebagus kertas baru. Sebab kandungan serat dan pengolahannya sering kali minimal.

Buat kamu yang ingin membuat undangan menggunakan kertas daur ulang tentu harus memahami dahulu karakter kertasnya. Pun jika kamu merasa kertasnya tidak layak untuk menjadi undangan, jangan dipaksakan. Sebab bisa jadi orang yang diundang merasa tidak dihargai akibat kamu mengundang mereka menggunakan sesuatu yang terkesan tidak layak pakai.

Tapi bagi yang memiliki kerabat ataupun keluarga yang memiliki visi atau sudah mendapatkan pengetahuan yang sama tentang kelestarian alam. Tentu akan menjadi mudah buat kamu untuk menjelaskan mengapa menggunakan kertas daur ulang.

Jadi pertimbangkan lagi resiko-resiko dan kemungkinan yang bisa terjadi jika kamu mengundang seseorang dengan kertas daur ulang. Kemudian pastikan vendor undangan kamu mampu untuk menyediakan.

3. Lupakan menggunakan amplop

amplop undangan

Undangan tanpa amplop? Bagaimana mungkin?

Bagi Manualle undangan itu sebenarnya adalah tentang pesan yang disampaikan. Jadi kalau ditanya apakah harus menggunakan kemasan seperti amplop? Tentu tidak perlu karena undangan pun tetap bisa disampaikan tanpa amplop.

Namun jangan panik dulu, fungsi amplop memang bisa dipahami bisa mempercantik undangan dan juga melindungi undangan dari resiko rusak akibat tergores atau cipratan air. Sehingga penggunaan amplop sepertinya masih wajar-wajar saja.

Hal yang perlu diperhatikan dari amplop sebenarnya adalah dari segi bahan. Kamu perlu untuk memikirkan bahan apa yang tetap bisa melindungi undangan dari kerusakan namun tetap ramah lingkungan.

Sama seperti sebelumnya, kamu bisa mempertimbangkan kertas daur ulang yang jenisnya sedikit lebih tebal. Ataupun kertas-kertas yang tidak dilapisi plastik. Biasanya untuk kemasan undangan ada lapisan lain yang mengunakan kertas karton. Kertas karton masih terbilang aman dan mudah untuk di daur ulang dan bisa terurai.

Setelah kertas dan amplop kira-kira apa lagi? Yakin masih ingin lebih minim sampah lagi? Kalau iya, lanjutkan membacanya.

4. Pikirkan bahan tinta

tinta undangan

Wah tinta? Ada apa dengan bahan tintanya?

Tinta rupanya menjadi salah satu polutan yang serius untuk lingkungan tinta yang banyak kita gunakan untuk mencetak visual dan kebanyakan digunakan industri adalah tinta yang tidak ramah lingkungan.

Untuk menghindari resiko ini, ada pihak yang berusaha menciptakan tinta alternatif yang terbuat dari bahan-bahan organik. Ingat metode pewarnaan makanan menggunakan bahan-bahan organik seperti sayur? Iya, tinta yang dimaksud di sini sama seperti itu.

Tinta untuk undangan kamu bisa menggunakan tinta yang terbuat dari bahan-bahan organik. Sayangnya di Indonesia tinta jenis ini cukup langka. Jadi kamu harus bersabar untuk bisa menemukan tinta organik atau jika ada kesempatan kamu bisa membuat tinta organik sendiri.

Biasanya tinta-tinta organik ini juga digunakan oleh para pengrajin lukis atau pun karya-karya kerajinan lain. Selain mudah untuk dibuat sendiri, tinta organik juga ramah lingkungan.

Tapi resikonya, tinta organik tidak bisa digunakan untuk mesin printer. Sehingga kalau diaplikasikan pada undangan, kamu harus membuat undangan secara manual lukis sendiri.

5. Antar undangan menggunakan sepeda atau kendaraan umum

Kurir sepeda

Kalau memang para undangan adalah kerabat yang berada di satu kota lebih baik kamu mengundang mereka tanpa menggunakan kendaraan bermotor. Sebab kendaraan bermotor dapat menghasilkan polusi udara dengan kata lain sampah untuk udara.

Tapi ini tentu perlu dipastikan lagi apakah benar kerabat hanya ada di satu kota yang sama. Jika iya, kamu bisa mulai untuk memanggil para kurir sepeda di kota tempat tinggalmu. Manualle yakin di kota tempat tinggalmu ada orang-orang hebat yang mendedikasikan dirinya untuk menjadi kurir sepeda demi keberlangsungan alam.

Opsi lainnya adalah kamu juga bisa mengantar undangan menggunakan kendaraan umum. Kendaraan umum memang masih menghasilkan polusi udara, namun minimal karena kendaraan digunakan untuk banyak orang. Bila kamu tinggal di Jakarta dan sekitarnya misalnya, kamu bisa dengan mudah berpindah ke satu tempat ke tempat lainnya menggunakan transportasi umum yang biayanya sangat terjangkau.


Nah, kira-kira itulah lima hal yang bisa kamu perhatikan saat ingin membuat undangan pernikahan yang minim sampah. Sebagaimana Manualle tekankan di awal, sebelum memutuskan pilihan untuk menggunakan undangan yang minim sampah, kamu harus bisa memastikan bahwa keluarga dan para undangan bisa menerima keinginan kamu untuk menggunakan undangan dengan ketentuan di atas.

Tidak mudah memang, tetapi pantas untuk dilakukan demi keberlangsungan alam.

Bukan hanya berkompromi dengan keluarga dan para undangan pun kamu juga masih harus menemukan vendor yang bisa memenuhi standar yang kamu tentukan.

Terkait vendor, sayangnya sampai saat ini Manualle belum menemukan vendor undangan yang memiliki kapasitas yang sesuai untuk kriteria di atas. Namun tentu ini bisa menjadi peluang bagi kamu yang memang melihat kebutuhan undangan yang ramah lingkungan dan minim sampah.

Jika kamu mengetahui vendor yang bersedia atau mampu untuk menyediakan undangan pernikahan minim sampah, kamu boleh menginformasikan ke Manualle ya. Kami akan dengan senang hati akan mempromosikan vendor tersebut di platform yang kami miliki.

Akhirnya, Manualle pun berharap bahwa dengan membuat undangan yang ramah lingkungan dan minim sampah, kamu akan bisa menyelenggarakan pesta pernikahan yang tetap layak dan bertanggung jawab etis pada lingkungan.

Semoga acaranya lancar dan berbahagia ya!

Kategori: 
Editor Manualle
author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait

Panduan Cara Merawat Alat Makan Kayu

Alat makan kayu memang mudah terpengaruh lingungan. Tapi jangan khawatir, kamu bisa merawatnya dengan mengikuti panduan ini.

Read More
20 Inspirasi Dekorasi Pernikahan yang Minim Sampah

Contoh-contoh dekorasi pernikahan yang tidak banyak menghasilkan sampah. Lengkap dengan vendornya.

Read More
9 Cara Memilih Katering untuk Acara Pernikahan

Ada banyak sekali vendor katering yang tersedia dengan berbagai macam jenis menu dan kualitas. Mana yang harus dipilih?

Read More
2020
Manualle
Developed by TEKNOIA Creative
menu-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram